PERATURAN JALAN PAK POLISI

Hari ini aku senang sekali. Hari ini adalah hari sabtu dan papa bilang akan membawa mama, aku, dan adikku pergi berjalan-jalan. Papa dan mama sibuk sekali, terkadang papa bekerja setiap hari, tapi terkadang papa dirumah seharian. Kalau mama bekerja setiap hari senin sampai jumat, setiap hari aku berangkat sekolah diantar oleh mama. Tapi kalau papa tidak bekerja, aku diantar dan dijemput oleh papa.
Setelah 14 malam papa tidak dirumah, papa pulang dan mengajak kami berjalan-jalan. Iya, aku menghitungnya. Aku selalu menghitung hari papa pergi, karena aku sangat merindukannya. Papaku itu sangat lucu, dan pandai membacakan cerita. Kalau papa dirumah, papa selalu membacakan cerita sebelum aku tidur.
“Tania, Nania, ayo, berangkat!” panggil papa.
“Iya” sahut aku dan adikku.
Kami mengenakan tas kami. Mama dan papa membawa tas ditangan mereka. Kami berempat menaiki mobil dan pergi menuju tempat yang kami tuju. Aku dan adikku sangat senang. Disepanjang jalan kami bernyanyi.
“Wah, polisi!” adikku berteriak tiba-tiba sambil menunjuk ke arah luar jendela.
“Peluit polisi priiiiit. Dan kamu ditangkap, hahaha” ujarku.
“Polisi menangkap orang jahat” kata adikku.
Papa dan mama tertawa.
“Waah, Tania Nania pintar sekali. Darimana kalian tahu polisi menangkap orang jahat?” tanya ibu.
“Bu guru bilang, tugas polisi menangkap orang jahat” jawabku.
Mobil kami berhenti sejenak karena didepan mobil kami ada mobil lain berhenti. Dari kaca mobilku, terdapat mobil dan motor polisi sedang parkir. Dua orang polisi duduk dibelakang mobil polisinya. Salah seorang diantaranya mengenakan helm. Mereka memperhatikan jalanan. Lalu polisi yang tidak mengenakan helm meniup peluitnya dan menunjuk kearah sebuah kendaraan. Polisi yang mengenakan helm segera menaiki motornya dan pergi. Tidak lama kemudian polisi bermotor itu kembali dengan diikuti sebuah mobil berwarna putih.
“Pa, kenapa polisinya meniup peluit pa? Kenapa mobil putihnya dikejar? Apa dia penjahat?”tanyaku.
“Mobil putihnya bukan penjahat Tania, mobil putihnya hanya berbuat salah. ” jawab papa.
“Berbuat salah apa? Jadi kalau Tania Nania bikin salah juga ditangkap polisi?” wah, ini mengerikan! Untung didekat rumahku tidak ada polisi.
“Nania ga mau ditangkap polisi, huwaaa” adikku mulai menangis.
“Nania ga akan ditangkap. Polisi ga ada didekat rumah kita” kataku sambil menepuk tangannya. Adikku memang mudah menangis.
“Hahaha” kudengar papa dan mama tertawa.
“Bukan begitu Nania, mobil putihnya ditangkap karena melanggar peraturan polisi. Karena mobil putihnya melanggar, jadi dihukum polisi.” Jelas ibuku.
“Jadi, kalau Tania dan Nania tidak mau dihukum polisi, jangan melanggar aturan polisi yaa” kata papa.
“Iya”
Adikku sudah berhenti menangis dan tertidur karena lelah. Aku hanya melihat ke jendela kaca mobil. Diluar ada banyak sekali benda. Pohon, pohon, apa itu? Pohon, pohon, ada juga benda seperti kotak yang besar. Mobil kami kemudian melewati sebuah pagar besar dan disana ada rumah yang sangat besar.
Papa memarkir mobil dan mama menurunkan kami dari mobil. Nania masih sedikit mengantuk jadi mama menggendongnya, sedangkan aku sudah tidak sabar untuk segera masuk. Rumahnya besar sekali. Atapnya berwarna biru, dan atapnya ada dua, ditengah dan diatas tidak seperti rumahku yang hanya  punya satu atap berwarna merah. Didalam pasti luas sekali.
Kami berjalan menuju pintu, tapi saat akan masuk papa menghentikanku.
“Tania sini, tulis nama dulu”
Aku mengambil pensil dan menuliskan namaku dan Nania sedangkan papa menuliskan nama papa dan mama. Kami kemudian mendapatkan kalung dari tali dengan kertas bertuliskan namaku, nama Nania, nama Papa, dan nama Mama. Kami juga mendapatkan kertas masing-masing, papa bilang itu namanya tiket. Kami berjalan menuju pintu dan kertas tadi kami berikan pada Pak penjaga pintu.
“Terima kasih” kata Pak itu. Kemudian mengembalikan tiketnya pada kami.”Ini Pak Polisi. Pak Polisi ini akan mengajarkan kita peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar pada saat menaiki mobil, motor, atau berjalan kaki.” Pak Polisi itu mengenakan pakaian yang sama seperti polisi yang menangkap mobil putih tadi pagi.
“Selamat pagi Pak Polisi” aku harus bersikap baik. Aku tidak ingin ditangkap, pikirku.
“Anak pintar. Ayo Nania juga.” Mama menurunkan Nania dari gendongannya.
“Selamat pagi Pak Polisi”
“Selamat pagi juga Tania dan Nania. Sudah tahu belum kita disini mau apa?” tanya Pak Polisi.
Kami menggelengkan kepala.
“Disini kita mau belajar tata cara jadi pengendara dan pejalan kaki yang baik. Sekarang siapa yang mau naik kendaraan siapa yg mau jalan kaki?”
“Aku mau naik motor!” kata adikku.
“Kalo Nania naik motor, Tania mau jalan kaki?” tanya Pak Polisi padaku, meyakinkan. Aku menggangguk.
“Kalau begitu Nania sini, motornya pakai yang ini ya..”Pak Polisi menunjuk barisan motor kecil berwarna-warni. Nania memilih motor warna kuning menaikinya dengan gembira. Pak polisi menyalakan motornya dan mengajari Nania cara mengendarainya. Setelah beberapa kali mencoba, Nania sudah bisa berjalan lurus dan mengerem. Sepertinya menyenangkan, aku harus mencobanya setelah ini.
Pak polisi dan Nania kembali ke tempat kami. Nania kembali dengan menaiki motornya.
“Sekarang ikuti dan perhatikan Bapak ya. Kalau kita jalan kaki, dimana kita harusnya berjalan? Ada yang tahu?” tanya Pak Polisi.
“Disini” jawabku sambil menunjuk jalan yang paling besar.
“Bukan disini?” tanya Pak Polisi sambil menunjuk jalan kecil disebelah kiri. Aku bingung.
“Tania, Nania, jadi jalan itu dibagi jadi tiga. Jalan sebelah kanan, tengah, dan kiri. Jalan yang ditengah, yang paling besar, itu untuk mobil, motor, dan bus.” Jelas Pak Polisi “Nah, kalo Tania, Papa, Mama, dan Pak Polisi mau jalan kaki, jalannya dimana?”
“Di sebelah kiri, Pak” jawabku.
“Iya, pintar!” puji Pak Polisi.
“Kalau gitu Nania jalan di jalan yang besar ya Pak Polisi?” tanya Nania.
“Iya, Nania.” Mendengar jawaban Pak Polisi, Nania segera mengarahkan motornya ke jalur di jalan yang besar.
Aku pun memimpin jalan melalui jalan disebelah kiri dan Nania mengendarai motornya perlahan, menjejeri kami. Kami terus berjalan hingga jalan kecil itu berbelok ke kiri dan berakhir di tembok yang dilukis menyerupai jalan. Jadi untuk melanjutkan perjalanan kita harus jalan lurus ke depan atau berbelok ke kanan.. Aku dan Nania berhenti, bingung apa yang harus dilakukan. Pak Polisi pun bertanya;
“Kalau sudah sampai disini, kita harus kemana?”
“Kesana” aku dan Nania menjawab sambil menunjuk ke arah jalan kecil diseberang dengan mantap.
“Kalau mau kesana gimana caranya? Ada yang tahu?” tanya Pak Polisi lagi.
Aku dan Nania menggelengkan kepala. Pak polisi kemudian melangkah ke depan kami dan menunjuk sebuah tiang dengan tiga buah lampu berwarna merah, kuning, dan hijau.
“Kalau kita mau menyeberang, kita harus memperhatikan lampu ini. Namanya lampu lalu lintas.” Kata Pak Polisi, menjelaskan. ”Namanya apa?”
“Lampu lalu lintas!!” teriakku dan Nania.
“Kalau hijau, artinya kendaraan boleh jalan. Kalau kuning artinya hati-hati, merah artinya harus berhenti. Kalau mobilnya lagi jalan kita boleh menyeberang ga?” tanya Pak Polisi.
“Tidak, nanti sakit” kata Nania.
“Benar. Jadi kalau lampunya hijau kita harus menunggu disini. Lihat, lampunya hijau ya, kalau hijau berarti Nania ngapain?”
“Nania boleh jalan” jawab Nania.
“Ya!. Kalo Nania jalan, berarti kita nung...”
“Nungguuu!!!” teriakku.
“Nah, habis hijau itu lampu kuning, kalau kuning artinya siap-siap. Jadi motor harus berjalan pelan-pelan karena sebentar lagi harus berhenti. Kalau lampunya kuning, kita boleh jalan ga??” tanya Pak Polisi lagi.
“Tidak boleh” jawabku yakin.
“Nah, habis lampu kuning,, gantian lampu merah yang nyala, lihat.” Lampu kuning yang tadi menyala padam, berganti lampu merah yang menyala.”Kalau lampu merahnya yang nyala, artinya mobil harus berhenti. Kalo mobilnya sudah berhenti boleh jalan ga?”
“Boleeehh!!!” sahut kami.
“Nah, sekarang kita coba praktekkan lagi ya dari sana. Tania sama Nania masih ingat kan yang tadi Bapak sampaikan?” tanya Pak Polisi.
“Masih, pak!” jawab kami.
Kami pun menyebrang menuju jalan didepannya dan mulai mempraktekkan semuanya dari awal. Setelah diizinkan, aku dan adikku berjalan perlahan. Terdapat dua tiang lampu lalu lintas. Tiang lampu masih menandakan warna hijau ketika kami sampai, jadi Nania berjalan terus sedangkan aku berhenti. Nania menungguku diseberang jalan hingga lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah dan aku menyeberang. Kami pun kembali berjalan berjejeran. Kali ini ketika mendekati lampu lalu lintas lampunya berubah warna menjadi kuning. Nania yang tadinya berjalan perlahan sedikit mengencangkan kendaraannya.
Priiiiiiiiiiiiit. Pak Polisi meniup peluitnya.
Kami menatapnya. Pak Polisi menghampiri kami.
“Hayoo, ada yang ngerasa salah nggak?” tanya Pak Polisi menatap kami berdua. Kami saling menatap, bingung.
“Nania kenapa motornya tambah cepat waktu lampunya jadi kuning?”tanya Pak Polisi.
“Karena kalau lampu kuning biasanya motor sama mobil jalannya jadi tambah cepat Pak” jawab adikku takut-takut.
“Eh? Dimana Nania lihatnya?” tanya Pak Polisi.
“Kalau lagi nunggu dijemput pulang sekolah. Nania sama temen-temen biasanya nungguin lampu kuning, soalnya jadi kayak balapan, haha” jawab adikku polos.
“Hmm gitu. Kalo papa juga gitu?” tanya Pak Polisi.
“Hmm ga tau, soalnya Nania sama kakak kan didalem.”
“Jadi gini, kalo Nania naik kendaraan, kalo lampunya kuning, kendaraannya harus dilambatkan ya, karena kan sebentar lagi merah, kalo kendaraannya ga berhenti pelan-pelan nanti bisa jatuh terus Nania sakit. Mengerti?”
Kami mengangguk.
“Kalau begitu diulang ya dari sana,” Nania turun dari motornya, Pak Polisi lalu memindahkan motor Nania ke jalan setelah lampu lalu lintas pertama. Giliran aku yang menunggu Nania disini. Nania berjalan perlahan, begitu Nania mendekat lampu lalu lintas berubah kuning, Nania pun melambatkan motornya sesuai dengan petunjuk Pak Polisi. Tidak lama, lampu berubah merah, Nania berhenti.
 “Yee!!” Pak Polisi, Mama, dan Papa memberi kami tepuk tangan.”Pintar-pintar semua ya anaknya Pak, Bu. Nah, karena kendaraan sudah berhenti, Tania sekarang boleh menyebrang. Tania bisa menyeberang?” tanya Pak Polisi.
Aku menggeleng.
“Kalo lampunya sudah merah, Tania angkat tangan kiri keatas, terus lihat kanan kiri.” Kata Pak Polisi sambil memperagakan.“Kalau sudah tidak ada mobil dan motor, Tania boleh jalan tapi dijalan yang warnanya hitam putih ya, itu namanya Zebra Cross. Namanya apa tadi?”
“Zebra Koss” sahut kami.
“Tapi Pak, Mama, Papa, Tania, sama Nania biasanya kalau jalan nyeberang tidak di jalan hitam-putih.”tanyaku bingung. Karena Papa, Mama, Ibu Guru dan Pak Guru juga biasanya kalau menyeberang bisa dimana saja.
“Itu namanya tidak hati-hati, Tania. Di jalan besar kan banyak mobil lewat, nah, Zebra Cross ini khusus buat orang yang jalan kaki, jadi mobil bisa lebih hati-hati ketika menyetir. Tapi kalau kita tidak menyeberang di Zebra Cross, mobil bisa kurang hati-hati jadi nanti Tania bisa luka, mobilnya juga, orang lain juga. Mengerti?” jelas Pak Polisi.
“Mengerti, pak!” teriak Tania, Nania, Papa dan Mama sambil melakukan hormat.
“Mulai sekarang kami akan selalu menyeberang di Zebra Cross, pak” ujar Papa.
Pak Polisi tersenyum.
“Nah, kalau bagitu perhatikan caraPak Polisi menyeberang, ya. Pertama, perhatikan lampu lalu lintas,” lampu berganti dari hijau ke kuning lalu kuning ke merah “kalau sudah merah, angkat tangan kiri. Lalu lihat kanan-kiri,” Pak Polisi mengangkat tangan kirinya sambil melihat ke kanan dan kirinya “kalau sudah tidak ada kendaraan yang lewat baru jalan.”
Papa mengulangi gerakan Pak Polisi, kemudian aku mencoba. Kami pun sampai diseberang jalan, Pak Polisi memberi aku dan Nania pin berbentuk lambang polisi lalu lintas. Keren sekali!
“Nah, karena Tania dan Nania sudah belajar, mulai sekarang harus dipatuhi ya peraturannya, kalau tidak dipatuhi, nanti Pak Polisi hukum.” Kata Pak Polisi tegas.
“Baik, pak” jawab kami sedikit was was.
“Terima kasih, Pak. Atas bantuannya.” Ucap Papa dan Mama sambil menyalami Pak Polisi.”Nah, sekarang ayo kita makan”
Kami pun menyusuri lorong melalui jalan sebelah kiri menuju ruang khusus makan dan memakan bekal  makan yang telah dipersiapkan oleh Mama. Di tempat makan itu, ada banyak mainan, perosotan, jungkat-jungkit, mobil-mobilan, dan kita bisa makan didalam mobil. Didalam mobilnya ada meja dan kursi. Tapi aku dan Nania harus selesai makan karena Papa mengunci pintu mobilnya dan tidak akan dibuka sampai makanan kami habis.
“Tania, Nania, tadi kita baru belajar apa sama Pak Polisi?” tanya Mama.
“Peraturan Jalan Pak Polisi!!” jawab Nania dengan gembira.
“Hahaha, bukan Peraturan Jalan, tapi Peraturan Lalu Lintas” kata Mama.
“Hmm peraturan biar tidak dihukum Pak Polisi, Ma.” Candaku. Mama, Papa, dan Nania tertawa.

“Benar, benar, biar tidak dihukum Pak Polisi ya.” Ujar Papa.


****Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen ‘Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan.’
#SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan Astra-Hoda Motor danNulisbuku.com

SUIJI-SLP

(picture: copyright @http://suiji.agr.ehime-u.ac.jp/)


Apa itu SUIJI-SLP?

SUIJI-SLP (Six University Initiative Japan Indonesia - Service Learning Program) adalah sebuah program yang diinisiasi oleh 6 universitas diantaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Ehime, Universitas Kagawa, dan Universitas Kochi, dimana para peserta (mahasiswa) akan dilepaskan di daerah pedesaan dan mempelajari daerah tersebut. 

Jadi kegiatan SUIJI-SLP ini mirip-mirip sama KKN tapi beda. Kalo di KKN kita berlatih untuk mengimplementasikan ilmu kita ke dunia nyata yaitu masyarakat, disini kita belajar dari masyarakat. nanti kita dari ke-enam universitas ini bakal dicampur jadi satu dan membentuk grup, kemudian mencari tahu secara mendetil terkait daerah yang kita tempati itu. Bagaimana kehidupan mereka sehari-hari, apa yang mereka lakukan untuk hidup, kenapa mereka melakukan itu, and so on~

Dimana aja dan berapa lama?

SUIJI-SLP ini biasanya diselenggarakan dalam 2 periode, 1 di Indonesia (sekitar bulan Februari-Maret) dan 1 di Jepang (sekitar bulan Agustus - September), biasanya sekitar 3 mingguan. Nanti di masing-masing negara di bagi lagi sitenya oleh masing-masing universitas, begitu juga di Jepang. Untuk tahun 2015 SUIJI-SLP Indonesia, sitenya ada di Bantul, Gunungkidul, Bogor, Tegal, dan Spermonde.

Kegiatannya apa aja?

Untuk kegiatan nanti beda-beda tiap site, tergantung persiapan serta situasi dan kondisi di tiap site. Tapi yang pasti itu selalu ada cultural sharing, acaranya itu memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat kayak makanan, mainan, cara makan, cara berpakaian, and so on~

Pada beberapa site, kayak site Gunungkidul, mahasiswa Jepangnya udah nyiapin beberapa program sebelum berangkat ke Indonesia dan minta bantuan mahasiswa Indonesia untuk survey dan beberapa persiapan lainnya. Jadi pas nyampe di site udah tinggal jalan aja.

Nah, di site ini nanti kita harus kuat fisik karena kita bakal selalu diajak jalan-jalan liar sama mereka untuk interview dan mencari hal-hal yang menarik bagi mereka untuk kemudian di gali lebih dalam. Makanya jangan kaget kalo mereka (mahasiswa jepang) banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan unpredictable

Setelah cape-capean jalan di site nih, kita bakal disuruh mempresentasikan apa yang udah kita pelajari di site kita baik di kampus terdekat maupun host university. Untuk tahun 2015 ini, karena eke UGM presentasi di UGM terus di Bogor (IPB). Di Bogor ini semua site mempresentasikan hasil observasinya masing-masing.
Presentasi di UGM 

Presentasi di Bogor



































Manfaat?

Tentu banyak kakaaaaaaak :'D

Pertama, kita bakal dapet temen orang Jepang, dan temen-temen baru yang punya kepribadian luar biasa dan di luar bayangan kita. Mereka tu luar biasa loh gokilnya, hahaha >.< (sugoi!!!)

Kita juga ngalamin yang kita ga bisa pelajari pas KKN, karena di KKN orientasi kita adalah problem solving, kita jadi lupa kalo kita disana hanya pendatang sedangkan mereka penduduk lama yang pasti punya alasan tersendiri dalam melakukan suatu hal. Kita juga jadi bisa mengeksplor desa by foot, hal yang ga akan pernah kita lakuin pas KKN (terutama yg KKN di jogja dan sekitarnya), dan walaupun itu melelahkan (banget!) tapi luar biasa.

Dan manfaat yang pasti lagi, kita jadi lebih kreatif dan percaya diri. Kenapa? Karena sebagian besar orang Jepang bahasa inggrisnya acakadutnya sama kita. So, don't worry! Kamu mungkin bahkan memerlukan note untuk menggambar atau gerakan tubuh untuk menjelaskan sesuatu. Skill speaking nambah, skill nggambar nambah, skill tebak kata juga nambah #loh

Dan, Ya!! Liburaaaaaaaaaaaaaaan.

Ga mungkin mereka jauh-jauh, mahal-mahal, ga diajak jalan-jalan, kita sebagai guide ceritanya pasti bakal kecipratan juga. So, don't let it pass guys! You must join!
Matur Nuwun!!! ^^


Everything I can't say

From: Me

To: You


Malam tadi. Malam 3 Februari. Ada banyak hal yang tak bisa terkatakan.
Mencoba melupakannya dengan tidur, tapi masih mengganjal disaat pagi.

Malam tadi. 
Tentang dia.
Sebenarnya bukan hal berat tapi entah ingin ku keluarkan.
Dan anehnya, mungkin ini akan berhenti mengganjal jika kusampaikan padamu.
Namun itu tak bisa terjadi, hingga tiba waktu dimana kita saling meraih satu sama lain.

Entah sejak kapan, terdapat banyak hal yang ingin kusampaikan padamu.
Entah sejak kapan, aku menjadi begini ikhlas.
Entah sejak kapan, aku menjadi tak takut patah hati...

Kamu. Aku bahkan tak tahu bagaimana kamu tapi masih berani menatap padamu.
Biasanya aku akan langsung menyerah.
Tapi entah kekuatan apa yang diberikan Allah pada hati ini.

Hati ini rapuh? Terdengar alay dan lemah tapi itu benar.

I'm the type who madly in love, and madly hurt.
Sounds stupid but it's true.
(Pathetic...)

Perasaan dan prinsip seperti ini, seperti kembali manjadi aku yang 12 tahun.
It doesn't matter how that person feels, as long as i love that person.

Aku tak tahu kenapa dulu mudah tapi sekarang begitu sulit.
Aku tak tahu kenapa dulu kukatakan tak apa apa bahkan ketika aku tak bisa menemukan hatiku.

Ingin sekali kukatakan, tapi tak bisa.
Jadi aku hanya menitipkan pesan ini pada Allah.
Berharap bisa dibaca olehmu, yang nanti akan menjadi balasan dari segala yang kuserahkan.
Dari segala yang kutahan.

Mungkin kamu akan berfikir aku aneh, 
but when i madly in love, i'm fully into you.

Regards,


Review Film : Mourning Grave (2014)

Ohayou, minna-san!!

Jadi ceritanya aku lagi di Perpustakaan Pusat UGM nih, biasa kerjaan mahasiswa tua, pacaran sama skripsi (maksa banget). Tapi ditengah-tengah bete soalnya buku yang musti dibaca bahasa inggris, ga mood, akhirnya malah jadi ngereview film di blog :'")

Ini film yang udah cukup lama, tapi baru aja aku tonton. Yak, Mourning Grave!



Film ini bercerita tentang In Soo (Kang Ha Neul) yang punya kemampuan melihat dan berinteraksi dengan hantu. Kemampuan ini merupakan kemampuan turunan keluarganya. Karena kemampuannya ini, In Soo banyak diikuti hantu-hantu dan dimintai tolong untuk membalaskan dendam tak tuntas mereka.

In Soo yang tinggal sendiri suatu hari memutuskan untuk pindah ke kampung halamannya dan tinggal bersama dengan pamannya dan bersekolah di SMA lokal. Esoknya, In Soo berangkat sekolah, pamannya menasihati agar dia mengabaikan permintaan tolong hantu-hantu yang menghampirinya agar tidak diikuti ketika pulang. In Soo menurutinya sehingga ketika di pemberhentian bus dia melihat seorang hantu cantik (Kim So Eun), In Soo mengabaikannya meskipun hantu cantik itu tersenyum padanya.

Hantu itu terus menerus mengajak In Soo berbicara karena dia bosan, In Soo pun luluh dan akhirnya mereka berteman. In Soo menanyakan nama hantu itu namun hantu itu lupa siapa namanya, kenapa dia disana, dan segala hal sebelum dia meninggal. In Soo merasa ini sedikit janggal namun In Soo memutuskan untuk tetap berteman dengannya. Pertemanan itu perlahan-lahan menimbulkan perasaan lain diantara mereka.

Selain hantu cantik itu, di sekolah In Soo juga terdapat beberapa hantu lain. In Soo yang pada suatu hari sedang belajar, dikagetkan dengan munculnya bayangan hantu dengan tangan berdarah di jendela kelasnya. Hantu cantik memberi tahunya kalau hantu itu  dipanggil Si Masker. Hantu lainnya yaitu hantu perawan penunggu gudang sekolah. Pada saat pulang hantu ini mengikuti In Soo pulang ke rumah dan jatuh cinta pada pamannya In Soo (Sumpah ini kocak =D).

In Soo yang merasakan tentang kejanggalan antara hantu cantik dan si Masker pun mencari tahu tentang mereka. Hantu perawan memberi tahu In Soo kalau si Masker adalah Sae Hee, mantan murid yang baru saja meninggal. In Soo pun bertanya ke teman-temannya siapa yang memiliki foto Sae Hee namun tidak ada yang menjawab. Semua teman-teman kelasnya terlihat takut dan melihat ke arah Hyeon Ji (Han Hye Rin). In Soo marah dan meninggalkan mereka, kemudian salah satu dari mereka diam-diam mengirimkan foto Sae Hee kepada In Soo.

Ternyata, si Masker dan hantu cantik itu adalah orang yang sama, yaitu Sae Hee!! Sae Hee yang tidak dapat menahan benci dan dendamnya mengakibatkan kepribadiannya terpisah menjadi Hantu cantik (yang memilih damai dan melupakan segalanya) dan si Masker (yang penuh dengan dendam).

In Soo pun mencari tahu kenapa dan bagaimana Sae Hee meninggal. Ternyata Sae Hee bunuh diri karena tidak tahan dengan pengabaian teman-temannya ketika dia dibully oleh gengnya Hyeon Ji dan Hae Cheol (Park Doo Sik). Beberapa waktu setelah kematian Sae Hee pun, satu per satu geng mereka pun meninggal karena pembalasan dendam Sae Hee.

Hingga pada akhirnya, In Soo mengetahui Sae Hee berencana membunuh seluruh teman-teman sekelasnya dan In Soo meminta tolong kepada pamannya untuk melakukan ritual agar  arwah Sae Hee dapat menghilang.

Di akhir cerita In Soo ingat ternyata Sae Hee dulu adalah teman SDnya yang sering membelanya ketika dia dibully. Sae Hee juga yang sering menemaninya ketika dia menggambar sendirian meskipun gambaran Sae Hee tidak sebagus gambaran In Soo. In Soo menyesal tidak mengenali Sae Hee sejak awal, dan Sae Hee pun menghilang.

Epilog: Diceritakan 5 tahun selanjutnya In Soo mengajar di SMA itu dan dia menemukan hantu lain di kelasnya. Hiiiiy~

Dan ini dia tokoh utama kitaa. Kim So Eun (cewek) dan Kang Ha Neul (cowok).

Tahukah kalian kalo Kim So Eun sudah berumur 25 tahun dan lebih tua 2 tahun dari Kang Ha Neul? But they make a great couple!
So Eun looks good too in uniform ;))


ERIC NAM (에릭남)


Yahuuu! Sekarang lagi pengen ngebahas abang kece yg suaranya earcatching ini.

Nama panggung  : Eric Nam
Nama Korea        : Nam Yoon Do
Birthdate             : 17 November 1988
(untuk lebih lengkap bisa kunjungi Profil Eric Nam)

Pertama aku nemuin abang ini tuh pas lagi nonton variety show korea "We Got Married". Waktu pasangan Kim So Eun dan Song Jae Rim lagi ngadain wedding party. Abang ini dateng sebagai pengisi acara kiriman dari acara WGM itu sendiri. Aku dulu ga tau siapa abang kece ini, aku kira dia sebagai MC yg ditunjuk dari WGM gitu. Eh, tapi terus dia ngucapin selamat terus nyanyiin pasangan So Eun-Jae Rim lagu Treasurenya Bruna Mars. Daaaaan, aku terpesona~

Udah muter? Udah terpesona sama suaranya? Udah jatuh cinta sama gaya nyanyinya yg asik??
Yak! Itu yg bikin ane kepincut, suara dan gaya nyanyinya ^^

Alhasil, aku neyutub semua lagu treasure Eric Nam, tapi tetep yg paling aku suka pas yg di WGM. Sayang durasinya pendek dan keganggu cuplikan episode-episode WGM T_T

Selagi ngeyutub lagu treasure itu aku nemuin ternyata dia banyaaak banget nge-cover lagu, dan itu kece-kece bangeeeet. Salah satu yg kece dan heboh itu lagu Eyes, Nose, Lips nya Taeyang yg rame banget di cover banyak penyanyi. Ini dia videonya. 
Lagunya sebenernya berbahasa korea, tapi berhubung abang Eric ini lama tinggal di Canada dan Amerika, jadi dia pasti lancar bahasa inggris, ini versi inggrisnya dia. Selain ini juga ada beberapa versi inggris, tapi aku ga gitu hapal *smirk*

Oiya, abang Eric ini juga bisa 4 bahasa looh, Inggris, Spanyol, Cina, dan Korea, sementara lagi belajar bahasa Jepang *aku juga kenal beberapa bahasa : Indonesia, Inggris, Jawa, Sunda, Papua, kekeke*

Abang ini debut awal tahun ini dan punya 1 album "Clouds 9", lagunya bagus-bagus yg Heaven's Door dia cuma nyanyi karena melodi lagunya manis gitu, tapi yg di Ooh Ooh dia ngedance looh, hihi. Asik banget ngeliatin gerakan dancenya~

Untuk debut awal tahun ini abang Eric Nam udah cukup laris menurutku, dia nge-host di beberapa variety show dan banyak diundang jadi  guest karena suara kece dan tampang imutnya. Dia juga nge-host di acara radio populer buat ELF, Sukira (ind ver.) atau "Super Junior's Kiss the Radio". Aku sendiri belum pernah ngikutin acaranya, tapi kalo disitu Eric Nam nyanyi terus aku bersedia siih~

Nah! Sekian review tentang Eric Nam, kalo pengen dengerin cover lagu dia, bisa ngeyutub, mau download MVnya juga di youtube, mau dengerin dia nge-MC juga di youtube acara "After School Club" tenang aja dia berbahasa inggris disitu jadi jangan khawatir bingung. Yaa intinya googling aja ;)

Kegalauan Mahasiswa TA

Hey, ho!! Bertemu lagi ^^

Kali ini aku pengen bahas mahasiswa TA. Kalian yg mahasiswa pasti familiar sama istilah TA, atau bahkan itu kegiatan rutin sehari-hari? Hahaha

Oke, singkatan TA sendiri punya banyak kepanjangan tergantung dari situasi yang dialami tiap orang. Ada Titip Absen, Tugas Akhir,  dan Tahun Akhir.

Kenapa tiba-tiba bahas ini? Semua dimulai waktu aku sadar mulai sering Titip Absen. Seperti yang kamu tahu titip absen berlaku buat hampir seluruh mahasiswa. Biasanya mahasiswa semester 2 dan paling banyak dilakukan sama mahasiswa semester 7 yang ngulang mata kuliah, hihi. Dan pada masa-masa semester 7 ini lagi pada masa galau.

Para mahasiswa ini menggalaukan banyak hal, umumnya karena belum tahu tema tugas akhir (re: skripsi) jadi terancam telat lulus. Skripsi memang hal yang sulit untuk dimulai, nemuin niat sungguh-sungguhnya itu lhoo yang sulit. 

Alasannya banyak.. ada yg ngerasa pewe sama hidup selo mahasiswa semester 7 yg sksnya ga nyampe 10 jadi belum bertindak untuk ke perpus baca-baca skripsi, ada yg setelah KKN kegiatannya backpackeran atau traveling mumpung selo (pikirnya) sebelum disibukkan dengan skripsi dan dunia kerja, ada yg sibuk exchange kemana-mana, ada yg sibuk bisnis jadi lupa kalo statusnya (masih) mahasiswa, ada juga yg terhambat karena belum memenuhi persyaratan skripsi, dan masih banyak alasan lain yg mungkin bakal bikin shock.

Buat yang udah ngajuin proposal pun ga terhindar dari galau. Galau karena ga cocok sama dosen pembimbing yang didapet atau proposalnya ditolak dan harus ngajuin baru (yang ini menguras hati banget T_T). Yah, kalo dipikirin terus galau emang ga ada habisnya sih, haha. Dan ada lagi galau yg paling umum dan biasanya disanggah sama penderitanya. Yap! Galau Jomblo Semester Tujuh.

Semester Tujuh atau jomblo di tahun akhir emang bikin galau banget. Karena pasangan punya peran yg sangat penting di semester akhir. Selain untuk nyemangatin pas suntuk ngerjain skripsi dan buat memaniskan lembar persembahan skripsi nanti, kedatangan pasangan pas wisuda itu hal penting bagi wisudawan dan wisudawati.

Nah, kalo jomblo? Apalah bedanya sama terima raport di tahun-tahun lalu~

Tapi sebenernya, yg paling penting hadir ya orang tua, keluarga. Mereka yg ngebiayain kita, dari masa lucu-lucunya sampe kita nyengit-nyengitinnya. Mereka yg ga pernah lelah ngadepin kita dimasa paling berontak kita, atau dikala kita bohong. Mereka ga pernah marah bahkan dikala secara ga sadar kita menomor duakan mereka. Parents are the best person ever!!!

Yah, sebenernya inti artikel ini tuh simpel aja. Sebanyak apapun masalah kita, segalau apapun hidup kita, seberapa lama pun kita jomblo, kita hanya perlu memilih yg baik dan terus berjalan maju.

Semangat nyekerepseh!!!





Eyes, Nose, Lips - Eric Nam English ver (COVER)



Oh yeah hmmm

Tell me is it really hard to see
That you make it so hard on me
Go ahead and sting me with your lips
‘Cause you’re just about to kill me
Won’t you set me free

But give me one more glance as you walk away
Smile like everything’s gonna be okay
When I’m needing you again
I’ll see you in my head
I’ll remember as if everything’s always just the same

I know that I’ve been cruel in my selfish way
I’m looking like a fool in the end
I’m sorry if I hurt you oh baby
Baby please just talk to me

Looking like a fool
Gotta get away from you
Oh tell me what do I do oh

In your eyes nose lips
The way she used to touch my skin
Your head down to your toes
It’s like you’re standing right in front of me now

Though the light’s gone darker now
You’ve just gone way too far I’ll keep you in my heart
Though it kills me to say it now
Baby I’ll get over you

Baby I just love you so much
But I guess it wasn’t enough
Can I see you once again
Cause I’m dying from this pain oh
Take me out of the way

Never thought I would be one to cry
But you were always there standing by my side
In our pictures you and I in love until we die
Now imagining that we would be ones to say goodbye

I know that I’ve been cruel in my selfish way
I’m looking like a fool in the end
I’m sorry if I hurt you oh baby
Baby please just talk to me

Looking like a fool
Gotta get away from you
Oh tell me what do I do

In your eyes nose lips
The way she used to touch my skin
Your head down to your toes
It’s like you’re standing right in front of me now
T
hough the light’s gone darker now
You’ve just gone way too far I’ll keep you in my heart
Though it kills me to say it now
Baby I’ll get over you

The way you used to look into this heart of mine
And the scent that you left all over my room

I love you I love you
Come back to me don’t leave me all alone

In your eyes nose lips
The way she used to touched my skin
Your head down to your toes
It’s like you’re standing right in front of me now

Though the light’s gone darker now
You’ve just gone way too far I’ll keep you in my heart
Though it kills me to say it now
Baby I’ll get over you